Super-Duper-Wonderwoman

Coz Life is NEVER Flat

thAmerica/Los_Angelesp30America/Los_Angeles04bAmerica/Los_AngelesWed, 29 Apr 2009 05:21:09 -0700 18, 2008 · No Comments

Apa yang sebenarnya kita cari??

Sudah punya rumah untuk berteduh, keluarga yang menyayangi, teman-teman yang banyak, kekasih yang baik, pekerjaan yang memadai. apa lagi yang kita cari??

teman saya terus bertanya kepada saya, memandang ke jalan raya, teriknya panas membuat dia terus menegak air dingin ditangannya.

“tergantung sih, apa yang kamu cari di dunia ini”, jawab saya sambil memegang botol minuman dingin yang sudah setengah.

“maksudnya??”

“hmmm,,” saya menghela nafas, pendek. berusaha merangkai kata untuk menjelaskan pernyataan saya.

“begini, saya sebenarnya mengarang saja ya. jangan dianggap serius kalo misalnya kita beda pendapat. apa yang saya percaya, bahwa hidup itu adalah sebuah progress. namun tak jarang orang-orang bukannya membuat suatu kemajuan malah kehidupannya mundur beberapa langkah. dalam hidup ada 4tahapan, yaitu lahir, dewasa, menua, mati. kelahiran dan kematian adalah suatu keadaan yang tidak bisa diganggu gugat, tidak bisa digantikan, ya begitulah adanya. namun, ada saat dimana menjadi dewasa dan menua butuh sentuhan kehidupan.

“sentuhan kehidupan?? bahasamu susah dimengerti”, katanya melengos.

keringat mengalir di balik kemeja saya, gerah, sambil mengipaskan secarik kertas ditangan, saya melanjutkan “cerita saya”.

“iya, sentuhan kehidupan. seninya orang hidup. dimana manusia mencari jati dirinya, mencari alasan mengapa dia hidup, mencari seseorang yang menemani perjalanannya untuk kemudian menua dan menikmati hasil yang baik dari kerja kerasnya selama masih muda. atau kalau kamu bingung, gini aja, ini semua tentang “mengisi waktu sebelum mati”.

“kok jawabannya ngga nyambung?”

*pletakkk.. saya kibaskan kertas yang saya pegang kemukanya

“eh, ni baru prolog nya aja, sabar dong, dongeng saya tentang hidup ini baru dimulai. biar nyambung ke pertanyaan awal kamu tadi”

“oooooo”, :naikin alis sambil melirik ke saya:

“lanjutt yaa… jadi, dalam pikiran saya, sebelum mati, seseorang itu harus meninggalkan tanda bukti, bahasa gaulnya “leave your finger print before you die”, bahwa dia pernah exist di dunia ini. ngga harus dikenal dunia, cukup orang-orang terdekat saja itu sudah lumayan. dan untuk urusan jejak menjejak ini, kamu harus memiliki formula khusus yang kamu rancang sendiri, misalnya cita-cita kamu sebelum kamu mati adalah kamu ingin menjadi orang yang berguna bagi orang-orang disekitarmu. lalu kamu membuat target, tahapan demi tahapan untuk membangun mimpi itu menjadi nyata dan satu yang pasti, cita-cita kamu itu pasti tidak hanya satu, BANYAK!! dan hidup itu memang harus banyak cita-cita supaya hidup kamu tidak STUCK. terus jadi orang yang berfikiran ke depan, berinovasi dan move on. nah, seperti yang kamu bilang, ketika cita-cita kamu sudah tercapai untuk memiliki rumah, pekerjaan dan kekasih, kamu harus mencoba untuk mengembangkan cita-citamu tadi.”

“misalnya??”

“apa saja, memulai bisnis sendiri, mengembangkan bakat, menikah?? yah terserah kamu, toh inikan kehidupanmu. intinya sih, melihat kehidupan dibawah dan bersyukur atas apa yang kamu miliki sekarang emang harus dan bagus tapi kamu juga harus melihat kehidupan diatas dan tidak mudah berpuas diri. ingat pribahasa, “tuntutlah ilmu sampai ke liang kubur”, galilah terus ilmu yang belum kita ketahui. dan ilmu tidak harus seperti aljabar, logaritma, matematika, kita tidak lagi terkungkung oleh mind set belajar itu seperti sekolah, kita ini ada di University of Life dimana kita tidak akan pernah lulus dan terus belajar selama masih hidup.

“tapi ada juga kan orang-orang yang Stuck dan menjalani hidup apa adanya saja??”

“ada, tentu saja ada. Banyak!! ngga cuma satu, dua orang. orang-orang yang susah berkembang adalah orang-orang yang tidak bisa melupakan masa lalu, bermimpi akan masa depan yang lebih baik namun tidak melakukan apa-apa untuk perubahan. intinya orang yang TIDAK hidup di masa sekarang. jadi kehidupan itu hanya sekedar angan-angan bukan untuk diwujudkan. mimpi melulu, ke laut aje lu”

“yayaya, kadang masa lalu tidak dijadikan pelajaran, malah sebagai hambatan untuk meraih masa depan, benar kan??”

“yapp,,” angguk saya cepat.
“jadi bagaimana?? mau memulai cita-cita baru lagi?? mencari kehidupan yang lebih baik?? berjuang bersama saya sampai kita meninggalkan “finger print” kita??”

“hahaha, dasar gila!! tentu saja saya mau, ah saya jadi semangat untuk memulai hal-hal yang baru, yang belum pernah saya rasakan.”

dedicated to all my girlfriends (saya bukan lesbi loh, maksudnya ke semua teman-teman saya yang wanita, kartini modern, hahaha)

Cheers,

namaku bintang

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Gundah

thAmerica/Los_Angelesp30America/Los_Angeles04bAmerica/Los_AngelesMon, 27 Apr 2009 06:54:50 -0700 18, 2008 · No Comments

pikiranku menjauh dari raga
menggeletar ditengah kesunyian purnama
yang mengangkuh diatas pusara bumi
kelam, hitam, malam ini

mataku memerih, menggenangkan buliran yang sengaja tak kuhapus
biarkan dia jatuh
biarkan dia membasuh keringnya hati
gejolak yang meraung, mencabik kalbu yang terkoyak
sekali lagi

apa lagi?
tantangku kepada hiruk pikuk dunia yang mulai memuakkan
menerbitkan kebencian pada kenyataan yang kejam dan hina dina

aku akan mati
sekarang atau nanti
dan waktu hanyalah seputaran angka

ah, kegundahan ini biarkan ditelan malam
biarkan perih memulihkan hatinya
melalu lafal zikir ditengah buta

→ No CommentsCategories: Uncategorized

Got Headache!!!! please help

thAmerica/Los_Angelesp31America/Los_Angeles03bAmerica/Los_AngelesFri, 13 Mar 2009 05:15:29 -0700 18, 2008 · 1 Comment

Tiba-tiba kepala saya sesak, rasanya penuh dengan segala macam hal yang saling tumpang tindih, ngga heran ketika ada joke tentang wanita dan pria dimana sedang ada pameran otak, dan saat itu otak pria lebih banyak di beli alasanya karena otak tersebut masih menyimpan banyak “ruang kosong” alias empty space, hahaha, maaf kalau saya terlihat “sedikit” jahat terhadap kaum laki-laki. tapi memang begitulah wanita, banyak sekali hal yang dipikirkan dan kalau diteruskan akan semakin membentuk aliran listrik yang kuat membuat saya semakin pusing. Zzzzxasawe!@#$#%%^&

Saya baru saja bertemu dengan adviser saya, dosen pembimbing skripsi 1, Professor yang sangat baik hati, tidak sombong, telaten dan tidak diragukan kredibilitas maupun kapabilitasnya sebagai seorang pengajar bergelar professor. dengan sabar dia menjelaskan apa kekurangan dari skripsi saya, ada yang berlebih dan ada yang kurang, tambal sulam pokoknya yang mengharuskan saya begadang lagi karena deadline adalah Jumat depan, tanggal 20 Maret dan secepatnya dia akan approve kalau revisi saya sudah benar. arghhhhh, April sudah di depan mata, ujian akhir a.ka sidang benar-benar membuat hati saya berdegup tidak karuan. Apakah revisi saya akan diterima? apakah benar saya akan ujian bulan April ini? yang artinya saya harus menyiapkan kebaya (percayalah, saya tidak punya kebaya satupun di lemari saya!!!! karena terakhir kali saya memakai kebaya adalah ketika saya menghadiri perpisahan SMA saya 4tahun lalu-kebayanya saya tinggal di Jambi dan ketika saya diminta untuk menjemput big bos kantor saya dari Belanda yang sedang berlibur di Bali- ini kebaya saya sewa dari salon+sanggul). belum lagi artinya April nanti saya harus menyiapkan tiket pesawat untuk mama belum lagi kalau adik-adik saya ikut, huaaaaaaaaa…

::buka dompet::

saya juga baru saja menyadari kalau saya sudah menghabiskan ratusan ribu (cluenya angka ratusan itu sudah melebihi angka 5!!) hanya di minggu pertama di bulan maret, tanpa shopping!! see, without shopping just for food i spent more than 500k?? it’s totally bullshit. saya makan apa sih?? kalau tau begini mending saya beli jeans dan sepatu baru saja, kelihatan habisnya uang saya dimana, huh, seperti habis dicopet!!

sambil memikirkan skripsi yang akan saya revisi malam nanti, saya seperti biasa sedang blogwalking di internet dan menemukan suatu blog fashion. mata saya tertuju dengan baju, aksesoris dan sepatu yang menurut saya oke punya. bahkan saya sempat melirik sebuah sepatu putih metalic, berniat untuk memesannya secara online, dan meyakinkan diri saya bahwa sepatu dibawah 200k itu murah dan bagus!! belum lagi baju-baju yang bertebaran benar-benar membuat saya silau dan ngilerrrrrr!! huaaaaaaaaaaaaaa… berat hati namun harus, saya tutup blog dan website-website fashion tersebut sebelum saya akhirnya nangis berdarah-darah dan terjun dari lantai 3 kantor ini, hahahaha LEBAYYYYYY.

uhmm,, sepertinya saya akan mentransfer semua gaji saya ke mama, dan saya tinggal minta jatah jajan saja setiap bulan.

emang bisa????? yakeeeeeeennnnnn??

::siap2 apply kartu kredit 2biji::

hahahahahahaha

Rintik

→ 1 CommentCategories: Uncategorized

di ujung cakrawala

rdAmerica/Los_Angelesp28America/Los_Angeles02bAmerica/Los_AngelesMon, 23 Feb 2009 05:42:46 -0800 18, 2008 · 1 Comment

Saya sedang mendengarkan lagu Pasto,Aku Pasti Kembali. dan tiba-tiba saya teringat, teringat dia.

*
Aku sudah menunggu hari ini
pasti akan datang
saat kau menatapku menjauh dibalik layar kapal itu
mereka melepas sauhnya dan kau diatas sana
melambaikan tanganmu yang masih bisa aku rasakan setiap alurnya
merasakan setiap keringat yang keluar dari telapakmu
telapak yang biasa aku genggam erat

saat itulah
saat ciuman terakhirmu akan selalu mengingatkan kita
tautan tali cinta
kasih sayang yang begitu besar
saat itulah aku selalu memintamu untuk memberikan ciuman terakhir sekali lagi
lagi lagi dan lagi
menciumimu sampai aku benar-benar bisa menghapal garis-garis bibirmu
menyentuh wajahmu,lekuknya, menghapal dengan mata terbukaku
karna aku tak ingin membiarkan setiap detik berlalu tanpa melihatmu

Ah, semakin menjauh
kau
aku
kita semakin berjarak
hatiku, hatimu, sudah melanglangbuana dan entah dimana akan berlabuh
kasih, benar-benar aku merindu
akankah kau kembali untukku??
atau untuknya yang diseberang sana yang sama tersiksanya menunggumu pulang

tertatih membawa hati yang letih
dan bertanya-tanya akankah ada penggantimu??
yang bisa membuat aku begitu hebat

entahlah,

membalikkan tubuh ini, menghilang
diantara kapal kapal besar
sementara kau semakin mengecil, di ujung cakrawala

→ 1 CommentCategories: My LoveLife

Bloody Friday Nite

stAmerica/Los_Angelesp28America/Los_Angeles02bAmerica/Los_AngelesSat, 21 Feb 2009 11:10:07 -0800 18, 2008 · No Comments

Jumat kemarin sepertinya menjadi salah satu hari yang membahagiakan bagi saya, ditengah keputusasaan dan frustasi XXX, ah sudahlah tidak baik dibahas lagi dan lagi. siangnya, Deka, kakak saya yang juga bekerja satu kantor dengan saya, mengajak keluar selepas saya menyelesaikan pekerjaan saya. sama seperti kemarin-kemarin saya bekerja di shift 2siang-10malam, sekitar jam 9.30 saya mulai bersiap dan tiba-tiba ada sms dari Deka yang memberitahukan bahwa mereka akan menjemput saya sebentar lagi. “ternyata jadi”, batin saya. biasanya kalo ada acara yang direncanakan begini seringnya tidak jadi, ada saja halangan yang membuat acara batal.

lihat saja di foto, saya memakai kemeja, tidak seperti dua wanita cantik lainnya yang memang berdandan ria. setelah mematikan pc, saya turun ke lantai 2 menemui Deka dan Diana yang ternyata baru menyelesaikan makan malam mereka di Warung Bandung, di parkiran Bobby sudah menunggu dengan biemweh metaliknya. menyusuri jalanan Kuta, ditambah suasana Legian yang cukup ramai, kami menikmati saja toko-toko yang terhampar di kiri kanan, apalagi sekarang sedang marak Massage, meni pedi sampai tengah malam, kasihan juga melihat karyawannya sambil mengantuk tapi tetap mencari customer yang lalu lalang di depan mereka. oh ya, banyak yang bisa dilakukan sambil menunggu mobil di depan maju barang sesenti dua senti, contohnya ya melihat pakaian yang dipajang di etalase atau sekedar mengomentari pakaian para clubbers, atau mengomentari “onderdil” segede kelapa juga bisa. hahahaha, ah Girls Talk.

tujuan pertama adalah ke Inul Vizta di Centro Discovery Shopping Mall, mall tentu saja sudah sepi dan tidak ada lagi pengunjung, namun tempat karaoke di lantai 2 tersebut masih buka hingga pukul 3 pagi. suasana lengang, tak perlu mengantri sudah dapat memesan ruangan medium plus dapet snacknya. dan benar saja, Diana yang saat itu langsung melepas sendal dan naik ke atas meja membuat saya “naik darah” dan kami mulai erotis, hahahahahahahahaha. malam itu Bobby seperti raja minyak saja!!! mulai dari lagu Aura kasih, Peterpan, KANJEN BEN, Jason Mraz, Ello, Sheila, Dewi Persik, St12, Iwan Fals, dan masih banyak lagi digeber habis-habisan.kalau tidak salah, lagu pamungkas malam itu “Mantan Kekasih” dari Lyla, yang sampai di mobil masih kami nyanyikan, trio.

sudah jam 12 lewat, jalanan mulai ramai disekitar Legian. kami kembali merayap membelah jalanan *tsahhh, untunglah masih dapat tempat parkir di dekat Engine, tak perlu ba bi bu, kami ber-empat sudah langsung larut dalam keramaian. Malam itu saya dance dengan orang baik-baik yang tahu aturanlah tidak main grasa grusu. botol minuman itu mungkin isi 500ml, hahaha, dan saya merasa sedikit pusing. damn, jadi tidak asyik. partner dance saya malahan dengan baik hati “menanyakan semua jenis minuman apa saja boleh saya pesan” sebagai tambahan, tinggal datang saja ke mejanya. tapi saya menolak dengan halus karena saya tahu limit saya, “ini sudah cukup”. sudah pukul 2.30, saya masih melantai ketika Deka menarik saya untuk pulang, saya turun, berjalan ke arah toilet dan meninggalkan keramaian diiringi lagu Akon. (baru kali ini saya merasa pegal-pegal!! damn)

[Chorus]
I wanna make up right now na na,
I wanna make love right now na na,
wish we never broke up right now na na,
we need to link up right now na na,
I wanna make up right now na na,
I wanna make love right now na na,
wish we never broke up right now na na,
we need to link up right now na na,

K.A.P

→ No CommentsCategories: FuNny_toDAy

Dunia Mantan

thAmerica/Los_Angelesp28America/Los_Angeles02bAmerica/Los_AngelesFri, 20 Feb 2009 01:41:38 -0800 18, 2008 · 1 Comment

Kemarin malam saya baru saja menerima Sms dari seorang teman saya yang belakangan cukup jarang saya temui sejak kami putus, hahaha!! ada ajakan dinner sepertinya, di tempat makan favorit kami dulu.

Aneh
itu yang pertama kali saya rasakan kenapa dia mengsms saya di kisaran jam 9 malam ini, disaat saya masih duduk manis di depan Pc kantor saya. Setahu saya, dia sedang ada di Jogja (nyaingin saya liburan, haha) entah bersama teman dan saudara atau dia kesana untuk bertemu dengan mantan kekasihnya atau malah sekarang sudah malah jadi kekasih kembali, entahlah saya tidak tahu dan bukan lagi urusan saya kan?? sebenarnya sejak kami tidak terikat lagi, kami masih sempat beberapa kali bertemu dan layaknya teman baik masih dengan kegilaan dan canda tawa ciri khasnya, saya masih enjoy kok. dan kami berdua tidak ada masalah dengan masa lalu kami yang disudahi baik-baik. jadi keanehan sms dia malam itu adalah, setahu saya dia masih di Jogja, dan kalaupun dia sudah pulang namun ngebet ingin ketemu saya pastilah ada yang ingin dia sampaikan entah itu kebahagiaan yang dia ingin share atau ada masalah lain. saya cukup mengenal dia kok, dua tahun bukan waktu yang singkat (tapi lucunya saya baru benar-benar merasa mengenalnya, mengetahui kalau dia sedang berbohong dan apa isi hatinya beberapa bulan sebelum kami sepakat untuk menyudahi hubungan kami, tragis, mengakhiri saat saya benar-benar merasa mengerti dan mengenal seseorang yang saya cintai tapi mungkin hal inilah yang membuat dia masih dekat dengan saya, urghhh jadi curhat)

hmm akhirnya saya balas smsnya, mengatakan saya sedang kerja dan kami bisa bertemu lain waktu. singkat dan tidak bertele-tele, tidak penting bagi saya mengetahui dia dimana hal-hal lebih jauh atau tetek bengek lainnya.

Beda lagi dengan sahabat saya, sambil duduk di kursi panjang yang setengahnya sudah terisi dengan orang lain, dia mulai bercerita tentang mantannya yang kembali mengisi relung-relung kerinduannya.
“Dia sms gw lagi”, dengan binar mata yang tidak bisa dia sembunyikan.
“ada urusan apa??” jawab saya sedikit menaikkan alis
“uhmm, ngga ada, katanya cuman pengen tau kabar saja. kangen juga” kata teman saya sambil terus meminum teh kotak milik saya yang sudah setengah isinya
“kangen?? ohh okay..”
“loh kok cuman jawab okay sih, ti??” sepertinya dia mulai gusar karena saya tidak begitu perduli.
“lahh terus gw mo bilang apaan?? bahagia loncat-loncat sambil nangis darah?? kan ngga mungkin”
“ketus!!” cibirnya.
“lo masih cinta?? lalu bagaimana dengan Mr.X yang selama ini jalan ma lo, yang selalu care ma lo, dan gw tau dia nungguin lo untuk jatuh cinta sama dia”
“uhmm, mungkin, gw sama ex gw itu sudah lama banget pacaran!! dia itu masih segalanya bagi gw, he is still my King. you know that, di hati gw masih ada dia, ti. apapun kesalahannya, gw masih bisa maafin”

Saya diam, karena saya malas untuk melanjutkan perbincangan ini. yang entah untuk kesekian kalinya terucap kembali untuk dibahas. ingin sekali saya bilang betapa gobloknya dia mencintai laki-laki ngga becus yang liat fisik dan materi, laki-laki yang tidak pantas disebut laki-laki karena saya tau dia tidur dengan wanita lain, laki-laki yang dengan mudahnya berkata cinta dan membuat wanita bertekuk lutut(wanita-wanita yang tidak cukup berfikir pintar tentunya), laki-laki yang bisa datang dan pergi sesuka hati tanpa harus memikirkan sakitnya hati yang ditinggalkan. Arghh, saya jadi kesal sendiri, benar-benar kesal ketika cinta itu malah membuat buta mata dan hati. ini bukan saat yang tepat untuk berdebat dan mengatakan, “hun, you deserve better man than him” karna dia akan segera menjawab “dia sempurna ti buat gw” dan akan saya patahkan kembali dengan “iya, memang sempurna, sempurna dengan egonya yang tinggi, sempurna dengan keangkuhannya, sempurna buayanya, sempurna ngga ada otaknya!!! otaknya ini cuman isi lendir dan selangkangan doang, oh come on!!!laki-laki seperti ini banyak di Kuta, tinggal pick aja dan mereka akan dengan senang hati menjamah  lu!!gratis tanpa perlu ada ikatan “pacar”.

arggghh, lagi-lagi saya mencoba menarik nafas dan tidak berusaha emosi.tenang tenang tenang ti. saya pasti bisa lebih memperhalus pilihan kata-kata saya dan tidak membuat dia malah semakin dipojokkan.

saya menariknya untuk ke tempat lain yang jauh lebih ramai, dimana saya bisa meregangkan badan saya sejenak dan merefresh otak saya bersama teman-teman lainnya, bercanda dan melupakan sejenak atau merangkai kata-kata pamungkas untuknya.

lagi-lagi saya merasa aneh dengan kehidupan ini, mengapa wanita-wanita dewasa saat ini kadang masih bisa untuk terlena dengan hal-hal yang harusnya ada akal sehat disana. saya sebagai wanita sendiripun bingung mengapa masalah yang ada begitu complex atau complicated seperti benang kusut.
Apakah sudah tidak ada cinta dan harapan untuk kembali ke masa dulu dari saya sehingga saya bisa begitu biasa menerima sms dari mantan saya sedangkan teman saya begitu berbinar dan bahagia??

Only God knows

_Bintang_

→ 1 CommentCategories: My LoveLife

Rabu = Ngojek

thAmerica/Los_Angelesp28America/Los_Angeles02bAmerica/Los_AngelesFri, 20 Feb 2009 00:39:18 -0800 18, 2008 · No Comments

Rabu, 18 Februari
- Ke Rektorat urus beasiswa
- Ke kampus, urus SK dan Pembimbing

*
teman saya mengSms saya, mau pinjam buku tapi yang lucunya dia meminta saya untuk membawakannya kerumahnya, haha. rumah kami memang dekat, namun sejak pindah Oktober lalu, rumah kami cukup terpisah jauh. Ah biarlah, toh saya kan bisa mengarahkan motor saya ke rumahnya sebelum saya berangkat ke Rektorat di bukit Jimbaran, yang jauhnya 50Km (mungkin lebih) dari rumah saya, untuk mengurus beasiswa saya. Saya drop buku tersebut, melewati Canggu Club kemudian mengarahkan motor saya ke arah Seminyak, menyusuri By Pass Sunset Road, ke lampu merah Simpang Siur Kuta (ini disebut simpang siur karena simpangnya sudah lebih dari 8 alur) dan menembus By Pass Ngurah Rai, sendirian. memangnya saya mau sama siapa?? ehmm, awalnya sih mo ngajak seorang sahabat saya, namun karna dia ada urusan dan sedang tidak di Bali, jadilah saya pergi sendirian. memang nasib sendiri kayaknya, hehe.

Seperti yang saya perkirakan, mengurus KTM memang super duper cepat singkat dan tidak bertele-tele. bilang kehilangan, trus di cap, kasih duit Rp 2.000 saja dan selesai!! tapi mo fotokopi ini yang bikin jengkel, si mas fotkopi di depan rektorat tidak gesit seperti yang di kampus saya. alhasil menunggu hampir 20menitan untuk 1lembar fotokopi. Mau pindah cari fotokopi lain saya malas, lagian saya takutnya nanti malah tambah ramai dan sama saja mengantrinya. jadinya saya pasrah ah ah ah.
Kembali ke rektorat, naik ke lantai 3, menyerahkan SK, tanda tangan dan tadaaaaaaaaaaaa dapet amplop, Alhamdullilah. Allah itu selalu kasih rezeki ngga di duga-duga, saat lagi tongpes, apes, malah dapet rezeki nomplok. saya saja hampir lupa pernah mendaftarkan diri untuk beasiswa ini, sudah cukup lama sih(dulu juga gitu), dari beberapa teman sekelas saya yang mendaftar hanya 7 yang mendapatkannya termasuk saya, ibarat mendapat gaji buta dan plop uang muncul di depan muka!! hehehe.. kebanyakan nonton sulap!!

artinya misi pertama saya sukses, sekarang saya harus kembali mengukur jalanan Bukit Jimbaran - Denpasar. Saya kembali berpapasan dengan seorang ibu berkerudung biru yang tadi saya lempar senyum di ruang rektorat. tiba-tiba dia mendekati saya, bertanya “mau ke Denpasar??”
“Iya bu, kenapa”, balas saya sambil duduk di motor saya.
“saya ikut ya, ke Alfa yang sekarang tutup”
“oh yang Diponegoro?? (saat itu saya memikirkan Alfa Imam Bonjol tapi yang keluar dari mulut saya kok Diponegoro?)
“Iya benar”, lanjut si Ibu.
“Oh iya (*masih bingung yang dimana Imam bonjol, mana yang Diponegoro tapi pura-pura tau aja), searah, saya mau ke Kampus Sastra. Ayo bu”
“Tapi saya ngga pake helm loh”
“iya tidak apa-apa bu”

Di Bali, adalah hal lumrah untuk seorang perempuan berkalung sorban, eh, berkerudung untuk tidak memakai helm. sama halnya ketika perempuan asli Bali yang sedang memakai baju adat atau sanggul, tidak diharuskan memakai Helm, laki-laki berpeci pun, apalagi saat sholat Jumat bebas-bebas saja untuk tidak ber-helm, ini salah satu keunikan yang saya temukan di Bali.
tiba-tiba saya tersenyum, kok saya kaya TUKANG OJEK ya?? ah kalo tukang ojeknya sexy kaya saya, pasti pelanggan saya semuanya laki-laki, hahaha. selama perjalanan si ibu cerita banyak hal, namanya ibu Erna kerja di LPM Singaraja (jangan di balik ya), dia lahir di Bali, Ayahnya orang Jawa tapi ibunya orang Bali asli yang masuk islam dan sudah 2 atau 3 kali naik haji (penting ya cerita gitu, hahaha). Si ibu ini tadinya menunggu temannya yang katanya mau jemput, ditunggu lama tak muncul, ketika di telpon ternyata temannya masih DI RUMAH!!!OMG, hahaha,, jadilah dia harus buru-buru ke Denpasar supaya jarak untuk bertemu lebih dekat. Oh ya, si Ibu juga cerita bahwa dia dulu pernah jadi Sekretaris Rektor, lucunya beigini:
“Saya dulu kerja di rektorat, sekretaris, masih seneng pake yang mini-mini tapi sekarang udah ngga lagi”
“hmm gitu ya bu (senyum2 simpul)yah ga apa-apalah bu, namanya juga masih muda. ya tohh??”
“iya sih” kata si Ibu masih dengan semangat cerita.

yang parahnya, ketika si Ibu mengetahui saya berasal dari Palembang, si Ibu langsung menohok saya dengan pertanyaan “Kamu pasti bisa masak EMPEK-EMPEK, hmm itu gimana ya Resepnya?? Tepung Kanjinya, tepung terigu itu sebanyak apa?? kental atau encer?? Cukanya itu di sini ngga enak, itu apa aja yang dimasukkan??”
dalam hati saya “Damn, emangnya saya bisa masak??mana gw tau apa aja bumbunya!yang gw tau cuma gimana cara ngabisin makanan!! hahahahaha” fiuhh saya bingung gimana menjawabnya, tapi akhirnya saya bilang “ibu saya yang bisa masak, hmm kalo bumbu sih biasa-biasa aja bu ngga usah terlalu encer”
tapi si ibu masih semangat gitu nanyain saya,”di sini sudah saya tambah gula merah, asam jawa, tapi masih aja ngga enak untuk bikin cuka”
“ohh iya bu, di sini memang ngga enak cukanya, saya sering bawa empek-empek ke Bali kalau pas pulang kampung”, jawab saya.
“Oh gitu ya?? Ibu juga mau dong, bagi-bagi gituu. kamu ke LPM aja tanya disana ibu Erna yang pake kerudung, semua orang tau saya!! yah, ibu minta yahh”

GUBRAKKKKSSS

Ngakak!!!! ini ibu niat amat yakk. ngga bisa diem, anteng gitu saya bonceng. ini ketika saya ngerem dikit, mulutnya udah bunyi wowowowwowowowowow,lololol

olo,nahanahanahanhanahanahana, awas awas awas. mo saya turunin lokh kok ngga tega, dia ngga ngerti Denpasar tar nyasar. jadilah saya nelen ludah aja, dapet “pasien ojek” kayabgini.
tepat di depan kampus saya dia minta di turunkan, katanya dia mau cari bemo (aka angkot) untuk ke terminal Ubung.
Fiuhhhh…

*Agenda ke 2, print Sk dan ketemu Pembimbing
sialnya saya, lagi-lagi tidak bisa mendapatkan Sk untuk ditanda tangani oleh ketua jurusan namun saya beruntung, pembimbing saya yang super sibuk ada di ruang jurusan!! katanya saya tidak usah kumpul proposal, tinggal kasih draft Skripsi saja nanti dia periksa dahulu. pesannya cuman satu “jangan lama-lama bikinnya”

Glek Glek Glek

“iya pak, saya usahakan”

Misi saya selesai hari ini, tinggal menunggu laptop yang hendak diperbaiki. saya baca-baca buku dan mengumpulkan data saja dahulu jadi ketika laptop sudah “sehat” saya bisa langsung ngebutt (insya allah, hehe)

SemanGad!!!!!!!

Rintik Rinai Hujan

→ No CommentsCategories: FuNny_toDAy

Senin… Selasa…

thAmerica/Los_Angelesp28America/Los_Angeles02bAmerica/Los_AngelesFri, 20 Feb 2009 00:38:20 -0800 18, 2008 · No Comments

setelah lama saya menghilang dari dunia blog dan note-note saya karena kemalasan, ke(sok)sibukan dan keterlupaan jadilah sore ini saya putuskan untuk menulis kembali. sebelum saya melupakan momen-momen yang suatu saat nanti masih ingin saya kenang, kelucuan, kegilaan dan huru hara ala saya, hahaha.

(Senin 16Februari)
sebelum saya “berperang” menghadapi rutinitas, saya harus mengajak si MIA (motor mio saya) untuk Spa alias ngebengkel. kasihan dia, sudah lebih 2 bulan tidak saya ajak kesana karena saya lagi malas-malasnya. cuman belakangan dia rewel, Kakak saya pernah dibuat khawatir karena dia tiba-tiba ngambeg alias mogok, hahaha. Sekarang dia sudah lebih sehat dan ngga ngambeg lagi, siap bersama saya membelah jalanan mana saja!!! *mata berapi-api

(Selasa 17Februari)
Beberapa hari ini saya cukup panik, karena melihat kesiapan teman-teman saya menghadapi Bimbingan Skripsi, lah saya? Baru saja pulang dari liburan dan tidak ada persiapan apa-apa. Kemarin saya memaksakan diri harus ke kampus, mau tidak mau, suka tidak suka, harus bangun pagi dan ngampus!! agenda hari itu adalah:
- cari SK Skripsi yang ditanda tangani ketua jurusan
- mencari pembimbing,
- ngurus SK beasiswa di Kemahasiswaan, dan
- ke Bank.
tergesa saya ke kampus karena seperti biasa, saya kelamaan mandi dan ngaca plus nyanyi-nyanyi sambil nonton acara musik. saya bertemu dengan beberapa teman saya yang juga hendak bimbingan sambil membawa tumpukan yang saya ngeri melihatnya. Lucunya, ketika saya tidak sengaja bertemu di depan Ruangan Kemahasiswaan “Akhirnyaaaa, ada juga yang aku kenal di kampus ini”, kata seorang teman sekelas saya, dengan tampang bahagia (duh jadi malu). hahahahaa. kami cipika cipiki sambil bertanya kabar, ah kami memang sudah lama tidak bertemu. semuanya sibuk dengan urusan masing-masing, jadi pasrah saja kalau tiba-tiba ke kampus menjadi makhluk aneh, mahasiswa bayangan, dan anak-anak baru mulai merajai kampus. Masa kita sudah lewat, Jendral.

Dari 4agenda saya, hanya 2 yang terpenuhi, mendapatkan SK beasiswa dan ke Bank (bank nya deket kampus, di dalam RS Sanglah, ga perlu antri enak deh) selebihnya?? harus saya ulangi lagi esoknya. Oh ya, yang buat kesal, Mbak Tri petugas di ruang Jurusan sedang pergi jadi saya harus menunggu sampai dia datang dan kemudian meminta print out SK skripsi, tidak sampai 1jam dia sudah datang tapi apesnya MATI LAMPU jadi komputer ngga bisa dipakai, daripada saya nungguin ngga jelas kapan hidupnya, mending saya pulang ke rumah dan mencari kartu Mahasiswa saya yang hilang, karena fotokpi KTM sebagai salah satu syarat untuk mencairkan dana beasiswa.

Di jalanan Panasnya minta ampun, gila, yang terpikirkan hanya sampai di rumah secepatnya. setiba di rumah, saya langsung mencoba mencari-cari di lemari saya mulai dari tumpukan paling atas sampai paling bawah. saya bongkar baju-baju saya, niatnya sih merapikan (maklum seminggu saya tinggal, baju-baju saya sudah tidak karuan, ditumpuk sana sini dan tiba-tiba mendapat tambahan dari perlengkapan kakak saya, kayaknya dia ngungsi deh di kamar saya selama saya pergi. bayangkan mulai dari hair dryer, pelurus rambut, dsb ada dikamar saya!! hari itu juga saya “musnahkan” barang-barang tersebut dari kamar saya, mengembalikannya ke ASAL) sayang, hasil beres-beres adalah NIHIL. entah dimana KTM itu. haduhh kenapa jadi ribet begini sih?? harusnya kan semua berjalan seperti yang saya perkirakan.

saya capek ah mencarinya, besok saja saya buat yang baru lagi. dengar-dengar cuman beli Rp 2.000 tanpa harus menunjukkan slip-slip pembayaran dari semester satu (yang juga entah dimana). jam sudah menunjukkan pukul 1, saya harus bergegas untuk ke kantor.

*kenapa ya, ketika di saat-saat seperti ini semua yang di planningkan tidak berjalan baik???

semangadlah kauand,

Rintik Rinai Hujan

→ No CommentsCategories: my Life_toDay

Hujan dan Gembel

rdAmerica/Los_Angelesp28America/Los_Angeles02bAmerica/Los_AngelesTue, 03 Feb 2009 04:59:55 -0800 18, 2008 · 2 Comments

Hujan hari ini melanda Bali cukup lebat, saya yang baru saja pulang dari Facial (LAGI!!complaint booo bayar mahal tapi belum extra kinclong, gretongan deyh jadinya) merasa harus cepat-cepat sampai ke kantor. Ups, saya lupa, berhubung Jumat ini saya akan ke Jakarta karena beberapa urusan dan terurama liburan, teman-teman saya tentu saja harus “menyusahkan” saya meminta mencari barang-barang yang mereka idam-idamkan, mulai dari yang biasa, seperti lulur dan baju, tapi ada juga yang aneh-aneh nitipnya asbak bentuk peni* laki-laki. HAYOO, yang nitip, angkat kaki!!!

tergesa saya sudahi belanja di Erlangga, 5menit saja karena saya sudah tau apa yang harus saya beli, sebenernya bisa saja belanja di kuta tapi saya malas tawar menawar. secepat kilat menuju travel agent tempat teman saya bekerja, mengambil tiket yang sudah saya booking minggu lalu. sepulang dari sana, byurrrrrrrrrrr, hujan menggila ditambah angin yang cukup kencang!! benar-benar penuh perjuangan untuk sampai di kantor hari ini, tapi “kesenangan” hari ini belum berakhir.

Saya masuk di shift 2, pukul 2 siang sedangkan jam saat ini baru ke angka 12. teman kantor saya, Jeng Diana, baru saja turun dari lantai 3 untuk makan siang. melihat cuaca yang buruk, dia mengurungkan niatnya untuk pergi makan. namun apa diakata, cacing di perut sudah mulai berdemo dan “mewajibkan” untuk segera mencari makan. dia mengajak saya untuk makan soto ayam di dekat kantor. payung juga ngga ada, yasudah, nekat saja menembus Istana Kuta Galeria, menyebrang melewati CNI sambil diketawain satpamnya!!! coba ya, yang berperi kemanuasiaan, bukannya nolongin malah ngetawain, cape deeee.

“jeng, kasian lo sepatu barunya” kata diana kepada saya, haha, kok malah kasian sepatunya sih, harusnya kepala nih yang kasian, ujan-ujanan. emang sih sepatu ini seharga gaji saya selama 3hari, tapi mbok ya kalo sudah ditaro dikaki mau ngga mau nginjek yang kotor-kotor dan basah-basahan. apakah perjuangan kami mencari lunch hari itu berbuah manis??
tentu tidak!!
kehidupan saya tidak semudah itu, sodara-sodara!!
tokonya tutup, sehingga kami mesti putar otak mencari makan yang lebih dekat. hmm, sambil berlari kecil, menutupi kepala berjalan sepanjang ruko-ruko menuju ke Bali Bakery, melewati perempatan lampu merah jalan Raya Kuta dan kembali menembus hujan di sepanjang trotoar tanpa ada tempat berteduh, plus disiulin, diklaksonin motor dan mobil!! semakin memantapkan heels saya untuk segera berlalu, di depan saya jeng diana dengan santainya berlari menggunakan sendal jepit warna ungu dan mengangkat jeansnya sampai ke betis.

tempat makanpun sudah tidak bisa memilih, satu-satunya yang tersisa adalah Sate Madura, hmm membayangkan asap mengepul dan cipratan kecap di saus kacangnya membuat saya semakin bernafsu saja!! sambil bercanda, “mengobrol”, mmebahas masala remeh temeh cemen ngga penting seputar kantor dan dinamika orang-orangnya yang lucu dan aneh, hahaha, especially “YOU-KNOW- WHO”, seseorang yang sudah kehilangan kejantanan dan harga diri!! hujan bukannya mereda, malah semakin menjadi. berhubung waktu istirahat Jeng Diana yang hampir habis, jadi mau tak mau harus menerobos hujan lagi.
sempat terbersit untuk berbuat hal gila dengan pasang jempol di pinggir jalan, cuman takutnya ketangkep satpol PP atau malah dibawa kabur, kasian kan emak kita, nangis-nangis entar anak perempuannya yang lucu dan imut ini hilang. apalagi pelanggan setelah kami membawa mobil sendirian, tapi pas buka dompet ada foto keluarga, ah ngga berani pasang tampang binal dan menggoda a la Charlie’s Angels!!! hahaha

mo tau bagaimana saya dan Jeng Diana pulang ke kantor??

si ibu sate berbaik hati memberikan kami karton untuk menutupi kepala hahaha,, kami tak henti tertawa sepanjang perjalanan dan menutupi muka (Serasa seleb). mo disiulin kek, diklakson-klakson kek, yang penting sampe kantor!!!
kalimat pamungkas Jengi Diana “Kita SUKSES jadi Gembel hari ini”

Gembel seksi hari ini,

Rintik Rinai Hujan

→ 2 CommentsCategories: FuNny_toDAy

SHOPPING of the week

ndAmerica/Los_Angelesp28America/Los_Angeles02bAmerica/Los_AngelesMon, 02 Feb 2009 02:43:20 -0800 18, 2008 · No Comments

“Saya hanya ingin beli celana jeans dan sendal, itu aja”
itu yang saya katakan berulang dalam hati saya, terus menerus dan agar teringat di kepala sehingga ngga kebabalasan.

TOP priority :
- Ke dokter gigi
- Facial

Second Priority :
- Beli celana jeans
- High heels

sudah tercantum di list bulanan saya, dan akan saya PATUHI. jadilah saya dan kakak saya memulai perjalanan siang itu, setelah saya pulang dari facial.
Saya : kita liat Body n Soul yukk, cuci mata aja
Deka : oke!!

bla bla bla bla

Saya : Rok yang hitam atau orange??
Deka : Orange
Saya : Oke, bungkussss!!!
*keluar dari Body n Soul sambil nenteng tas berisi rok

Tujuan ke 2 :
Saya : ayo kita cari dulu sendal untuk ujuk, dia mau sendal etnik kaya yang dipake Nirina itu lokhhh.
Deka : oh ya, ayo kita ke Jalan Werkudara, tante bilang disana bagus-bagus.
Saya : okee,,

brumm brummm,, keliling sejam, ngga nemu-nemu tempatnya, eh ternyata udah pindah tokonya. dikejer ke tempat yang baru tapi nyatanya mengecewakan, yaudah deh akhirnya mblasak blusuk legian dan seminyak.
Hasilnya : NIHIL, cuman ngukur jalan aja.

Saya : ehm, temenin ke Galeria yuk, sekalian ke Hypermart, CUMA beli Hand body n kapas aja.
Deka : oke, nanti baru kita mampir ke Seminyak liat sendalnya.
Saya : Berangkaaaatttt!!!

===========================================================================================
Pulang ke rumah dengan membawa tentengan :
- tas body n soul isinya rok warna orange
- 1 kantong Hypermart isinya Shampoo, conditioner, odol, hand body, kapas, dan tampon.
- DUA pasang heels
- sepasang Sendal Teplek
- satu celana jeans Logo dark blue

dan harga yang sudah disepakatipun terbengkalai sudah, total angka yang tertera mencapai 7 digit!!!
kayaknya kebanyakan beli yang second priority deh, hahaha. mana mo ke Jakarta lagi, di sana masa ngga shopping??
ehm, cuman beli tas 1 sama baju aja deh 1
1 AJA,,, (Semoga)

yang lagi kere mengharap ujan duid,

Rintik Rinai Hujan DUid

→ No CommentsCategories: my Life_toDay